⌨ pakai panah ← →
01 / 09 — pembuka
Sebuah cara kerja yang lagi rame dipake

Scrum
itu apa sih?

Tenang. Gak ada istilah ribet. Bayangin aja kita lagi ngobrol santai sambil ngopi.

Panduan singkat
buat yang baru denger kata "Scrum"
02 / 09 — pengenalan
Inti banget

Scrum tuh cara kerja bareng, bukan aplikasi.

Jadi gini ya. Kalau kamu lagi bikin sesuatu yang gede bareng teman-teman, pasti suka bingung kan mau mulai dari mana? Scrum itu kayak resep masakan — ngasih tau urutan kerjanya biar gak ribet dan gak nyasar.

Anggap aja gini...

Kamu mau bikin kue. Tapi kuenya gede banget, mustahil dibikin dalam sehari.

Daripada pusing, kamu pecah jadi potongan-potongan kecil. Hari ini bikin adonan. Besok bikin krim. Lusa dekor. Tiap selesai, dicicipin dulu — enak gak? Kalau kurang manis, besok dibenerin.

Nah, itu Scrum.

03 / 09 — pemain
Yang main di sini

Ada 3 orang yang harus ada.

Gak harus 3 orang persis ya — bisa lebih, tapi minimal ada 3 peran ini.

Product Owner

si pemilik ide

Orang yang tau mau bikin apa dan kenapa harus dibikin. Dia yang nentuin mana yang penting duluan, mana yang nanti aja.

Scrum Master

si penjaga jalannya

Bukan bos. Lebih kayak pelatih yang ngebantu semua orang biar kerjanya lancar. Kalau ada hambatan, dia yang bantuin nyari solusinya.

Development Team

si pekerja

Tim yang beneran ngerjain produknya. Bisa programmer, designer, atau siapa aja yang bikin sesuatunya jadi nyata.

04 / 09 — siklus
Cara kerjanya

Kerjanya dibagi jadi Sprint.

Sprint itu kayak periode kerja singkat. Biasanya 1-2 minggu. Tiap sprint, ada urutan langkah yang diulang-ulang terus.

1

Ngerencana

Hari 1

Tim ngumpul, milih kerjaan mana yang mau diberesin sprint ini.

2

Ngerjain

Tiap hari

Tim mulai kerja. Tiap pagi ngumpul 15 menit, ngobrolin progres.

3

Nunjukin

Hari akhir

Tim nunjukin hasil ke yang pesen. Dicobain. Dapet masukan.

4

Evaluasi

Penutup

Tim ngobrol bareng. "Apa yang OK? Apa yang harus dibenerin?"

↻ Selesai sprint, mulai lagi dari awal. Begitu terus sampe produknya jadi.

05 / 09 — rutinitas
Ritual tiap pagi

15 menit aja, tapi penting banget.

Namanya Daily Standup. Tim ngumpul bentar — sambil berdiri biar gak kepanjangan — dan masing-masing jawab 3 pertanyaan.

  • 1
    Kemarin gw ngapain?
    Cerita kerjaan yang udah dikerjain
  • 2
    Hari ini mau ngapain?
    Rencana kerjaan hari ini
  • 3
    Ada yang ngehambat gak?
    Kalau ada masalah, langsung diomongin
06 / 09 — manfaat
Kenapa banyak yang pake

Enaknya pake Scrum tuh...

🐢

Gak harus sempurna dari awal

Bikin yang penting dulu. Yang lain bisa ditambahin pelan-pelan. Gak perlu nunggu semua siap baru jalan.

🔄

Gampang berubah arah

Kalau ternyata di tengah jalan kebutuhannya berubah, gak masalah. Sprint berikutnya bisa langsung disesuaiin.

👀

Semua jelas keliatan

Gak ada yang kerja diam-diam sendiri. Tiap pagi semua tau siapa ngerjain apa. Transparan banget.

🌱

Tim makin pinter

Tiap selesai sprint, ada evaluasi. Kesalahan kemarin gak diulang lagi. Tim jadi makin oke dari waktu ke waktu.

07 / 09 — tools
Bagian praktik

Scrum bisa dibantu tools, tapi jangan kebalik.

Scrum tetap soal kebiasaan tim: planning, transparansi, review, dan evaluasi. Tools cuma papan kerja digital biar backlog, sprint, progress, dan catatan gak tercecer.

  • 1Tim software formal: pakai Jira buat backlog, sprint board, story point, dan report.
  • 2Tim kecil atau baru mulai: Trello/Notion cukup untuk board simpel.
  • 3Tim developer: Linear atau GitHub Projects enak kalau kerjaannya nempel ke issue dan PR.
  • 4Workshop dan retro: Miro/FigJam bantu mapping ide, problem, dan action item.

Trello

Board visual yang ringan. Enak buat tim kecil yang butuh mulai cepat tanpa konfigurasi banyak.

ClickUp / Asana

Task, timeline, doc, dan dashboard dalam satu tempat. Oke kalau kerjaan lintas divisi.

Linear / GitHub Projects

Lebih developer-friendly. Issue, label, milestone, dan pull request bisa nyambung.

Notion / Confluence

Buat dokumentasi: acceptance criteria, keputusan sprint, catatan review, dan hasil retro.

08 / 09 — simulasi jira
Contoh cara kerja Jira

Di Jira, kerjaan jalan dari Backlog sampai Done.

Bayangin setiap tugas jadi satu kartu. Product Owner masukin kartu ke backlog, tim pilih ke sprint, lalu kartu digeser sesuai status kerjaannya.

  • 1Backlog: semua ide/bug/fitur dikumpulin sebagai issue.
  • 2Sprint planning: tim pilih kartu yang realistis dikerjain sprint ini.
  • 3Board harian: kartu digeser To Do → In Progress → Review.
  • 4Done & report: Jira bantu lihat progress, beban tim, dan velocity.
JKomar App Sprint 12
board simulasi • auto-loop
Backlog 6
APP-34Tambah login Google
feature5
APP-35Rapihin halaman profil
ux3
Sprint 4
APP-29Validasi form checkout
bug2
To Do 3
APP-31Bikin empty state order
ui3
In Review 2
APP-27Fix notifikasi member
review1
Done 8
APP-21Setup dashboard sprint
done3
APP-42 Bayar pakai e-wallet
8
Issue satu kartu = satu kerjaan Status posisi kartu = progres Assignee siapa yang pegang Report progress kebaca otomatis
09 / 09 — penutup
Jadi intinya...

Scrum itu cuma soal kerja bareng
yang lebih terstruktur.

Bukan sihir. Bukan jurus rahasia. Cuma cara biar tim gak nyasar, hasilnya keliatan, dan tiap minggu makin baik.

Yang harus diinget

"Pecah jadi kecil-kecil, kerjain sebagian dulu, cek bareng-bareng, terus ulang lagi."