⌨ pakai panah ← →
01 / 16 — pembuka
Sebuah cara kerja yang lagi rame dipake

Scrum
itu apa sih?

Tenang. Gak ada istilah ribet. Bayangin aja kita lagi ngobrol santai sambil ngopi.

Panduan singkat
buat yang baru denger kata "Scrum"
02 / 16 — pengenalan
Inti banget

Scrum tuh cara kerja bareng, bukan aplikasi.

Jadi gini ya. Kalau kamu lagi bikin sesuatu yang gede bareng teman-teman, pasti suka bingung kan mau mulai dari mana? Scrum itu kayak resep masakan — ngasih tau urutan kerjanya biar gak ribet dan gak nyasar.

Anggap aja gini...

Kamu mau bikin kue. Tapi kuenya gede banget, mustahil dibikin dalam sehari.

Daripada pusing, kamu pecah jadi potongan-potongan kecil. Hari ini bikin adonan. Besok bikin krim. Lusa dekor. Tiap selesai, dicicipin dulu — enak gak? Kalau kurang manis, besok dibenerin.

Nah, itu Scrum.

03 / 16 — pemain
Yang main di sini

Ada 3 orang yang harus ada.

Gak harus 3 orang persis ya — bisa lebih, tapi minimal ada 3 peran ini.

Product Owner

si pemilik ide

Orang yang tau mau bikin apa dan kenapa harus dibikin. Dia yang nentuin mana yang penting duluan, mana yang nanti aja.

Scrum Master

si penjaga jalannya

Bukan bos. Lebih kayak pelatih yang ngebantu semua orang biar kerjanya lancar. Kalau ada hambatan, dia yang bantuin nyari solusinya.

Development Team

si pekerja

Tim yang beneran ngerjain produknya. Bisa programmer, designer, atau siapa aja yang bikin sesuatunya jadi nyata.

04 / 16 — artefak scrum
Yang dipegang tim

Scrum punya 3 artefak biar kerjaan gak abstrak.

Artefak itu benda/daftar yang bikin semua orang melihat hal yang sama: apa yang mau dibuat, apa yang sedang dikerjakan, dan hasil nyata yang selesai.

  • 1Product Backlog: semua ide, fitur, bug, dan kebutuhan produk.
  • 2Sprint Backlog: pilihan kerjaan yang disanggupi tim untuk sprint ini.
  • 3Increment: hasil yang benar-benar selesai dan bisa ditunjukkan.
  • Intinya: artefak bikin semua orang lihat prioritas, progres, dan hasilnya.
dipilih
jadi hasil

Product Backlog

Semua ide masih numpuk di sini. Belum semuanya harus dikerjain sekarang.

Login Google
Bayar e-wallet
Riwayat order

Sprint Backlog

Tim pilih item yang paling penting dan realistis buat sprint ini.

Checkout flow
Fix notifikasi

Increment (hasil jadi)

Yang sudah memenuhi DoD. Bisa didemo, dites, atau dirilis.

Payment MVP
DONE
APP-42Bayar pakai e-wallet
05 / 16 — siklus
Cara kerjanya

Kerjanya dibagi jadi Sprint.

Sprint itu kayak periode kerja singkat. Biasanya 1-2 minggu. Tiap sprint, ada urutan langkah yang diulang-ulang terus.

1

Sprint Planning

Mulai sprint

Tim pilih Sprint Goal dan item backlog yang realistis diberesin.

2

Daily Scrum

Tiap hari

15 menit cek progres, rencana hari ini, dan hambatan.

3

Sprint Review

Akhir sprint

Tim demo Increment ke stakeholder, lalu ambil feedback.

4

Retrospective

Sesudah review

Tim bahas cara kerja: apa yang lanjut, stop, dan diperbaiki.

↻ Selesai sprint, mulai lagi dari awal. Begitu terus sampe produknya jadi.

06 / 16 — rutinitas
Ritual tiap pagi

15 menit aja, tapi penting banget.

Namanya Daily Standup. Tim ngumpul bentar — sambil berdiri biar gak kepanjangan — dan masing-masing jawab 3 pertanyaan.

  • 1
    Kemarin gw ngapain?
    Cerita kerjaan yang udah dikerjain
  • 2
    Hari ini mau ngapain?
    Rencana kerjaan hari ini
  • 3
    Ada yang ngehambat gak?
    Kalau ada masalah, langsung diomongin
07 / 16 — refinement
Sebelum masuk sprint

Tiket jangan mentah. Refine dulu.

Backlog Refinement itu sesi ngobrol PO dan tim supaya kerjaan berubah dari “ide samar” jadi item yang siap dipilih saat Sprint Planning.

  • 1Value jelas: kenapa item ini penting buat user/bisnis?
  • 2Scope kecil: cukup kecil untuk selesai dalam sprint.
  • 3AC ada: ada checklist untuk ngetes “selesai”-nya.
  • 4Bisa diestimasi: risiko dan dependency sudah kebaca.
Ide mentah“bikin payment”
Refinement
PO + Developers
✓ value user jelas ✓ acceptance criteria ada ✓ dependency diketahui ✓ story point bisa ditebak
Ready for Sprint
APP-42 User story + AC + point + owner sudah jelas.
08 / 16 — manfaat
Kenapa banyak yang pake

Enaknya pake Scrum tuh...

🐢

Gak harus sempurna dari awal

Bikin yang penting dulu. Yang lain bisa ditambahin pelan-pelan. Gak perlu nunggu semua siap baru jalan.

🔄

Gampang berubah arah

Kalau ternyata di tengah jalan kebutuhannya berubah, gak masalah. Sprint berikutnya bisa langsung disesuaiin.

👀

Semua jelas keliatan

Gak ada yang kerja diam-diam sendiri. Tiap pagi semua tau siapa ngerjain apa. Transparan banget.

🌱

Tim makin pinter

Tiap selesai sprint, ada evaluasi. Kesalahan kemarin gak diulang lagi. Tim jadi makin oke dari waktu ke waktu.

09 / 16 — tools
Bagian praktik

Scrum bisa dibantu tools, tapi jangan kebalik.

Scrum tetap soal kebiasaan tim: planning, transparansi, review, dan evaluasi. Tools cuma papan kerja digital biar backlog, sprint, progress, dan catatan gak tercecer.

  • 1Tim software formal: pakai Jira buat backlog, sprint board, story point, dan report.
  • 2Tim kecil atau baru mulai: Trello/Notion cukup untuk board simpel.
  • 3Tim developer: Linear atau GitHub Projects enak kalau kerjaannya nempel ke issue dan PR.
  • 4Workshop dan retro: Miro/FigJam bantu mapping ide, problem, dan action item.

Trello

Board visual yang ringan. Enak buat tim kecil yang butuh mulai cepat tanpa konfigurasi banyak.

ClickUp / Asana

Task, timeline, doc, dan dashboard dalam satu tempat. Oke kalau kerjaan lintas divisi.

Linear / GitHub Projects

Lebih developer-friendly. Issue, label, milestone, dan pull request bisa nyambung.

Notion / Confluence

Buat dokumentasi: acceptance criteria, keputusan sprint, catatan review, dan hasil retro.

10 / 16 — setup jira
Mulai praktik di Jira

Kalau pakai Jira, mulai dari setup minimal ini.

Jangan langsung bikin board ramai. Untuk Scrum pemula, cukup pastikan backlog, issue type, story point, sprint, dan report-nya kepakai benar.

1
Buat Scrum projectPakai template Scrum, bukan cuma board kosong.
2
Isi Product BacklogMasukkan Epic, Story, Task, dan Bug sesuai kebutuhan.
3
Tambahkan AC + pointTiket siap sprint kalau value, kriteria, dan estimasi jelas.
4
Start SprintPilih item realistis, lalu gerakkan kartu tiap hari.
5
Complete SprintCek Done, burndown, velocity, dan catatan retro.

Komar App Scrum Project

Minimal board biar tim paham dari backlog sampai report.

Start Sprint →
Epic
Story
Task
Bug
Backlog
APP-42
Bayar e-wallet • 8
APP-43
Riwayat order • 5
To Do
APP-31
Empty state • 3
In Progress
APP-29
Validasi checkout • 2
Done
APP-21
Dashboard sprint • 3
Report yang dibaca: burndown untuk sisa kerjaan, velocity untuk kapasitas rata-rata tim.
11 / 16 — simulasi jira
Contoh cara kerja Jira

Di Jira, kerjaan jalan dari Backlog sampai Done.

Bayangin setiap tugas jadi satu kartu. Product Owner masukin kartu ke backlog, tim pilih ke sprint, lalu kartu digeser sesuai status kerjaannya.

  • 1Backlog: semua ide/bug/fitur dikumpulin sebagai issue.
  • 2Sprint planning: tim pilih kartu yang realistis dikerjain sprint ini.
  • 3Board harian: kartu digeser To Do → In Progress → Review.
  • 4Done & report: Jira bantu lihat progress, beban tim, dan velocity.
JKomar App Sprint 12
board simulasi • auto-loop
Backlog 6
APP-34Tambah login Google
feature5
APP-35Rapihin halaman profil
ux3
Sprint 4
APP-29Validasi form checkout
bug2
To Do 3
APP-31Bikin empty state order
ui3
In Review 2
APP-27Fix notifikasi member
review1
Done 8
APP-21Setup dashboard sprint
done3
APP-42 Bayar pakai e-wallet
8
Issue satu kartu = satu kerjaan Status posisi kartu = progres Assignee siapa yang pegang Report progress kebaca otomatis
12 / 16 — isi tiket jira
Contoh isi tiket

Tiket yang siap sprint itu jelas sebelum dikerjain.

Di Scrum, tiket ini adalah Product Backlog Item. Jira cuma wadahnya; yang penting value, user story, acceptance criteria, dan Definition of Done-nya jelas.

  • 1PBI: satu item backlog yang punya value jelas.
  • 2User story: sebagai siapa, mau apa, supaya apa.
  • 3AC vs DoD: AC khusus story ini; DoD standar selesai semua story.
  • 4Story point: ukuran relatif effort, kompleksitas, dan risiko.
APP-42 • Story

Bayar pesanan pakai e-wallet

8
StatusTo Do
PriorityHigh
AssigneeRina FE
SprintSprint 12
📝 User story + value

Sebagai member Komar, saya ingin membayar pesanan dengan e-wallet supaya checkout lebih cepat dan mengurangi pembayaran manual.

✅ Acceptance criteria
  • User bisa pilih GoPay / OVO / DANA.
  • Total harga dihitung dari server.
  • Status payment: pending, success, failed.
  • Webhook payment aman dan idempotent.
Dev done
kode selesai + unit test
Review done
PR dicek teman tim
QA done
flow dicoba end-to-end
13 / 16 — point & report
Point penting Jira

Story point dan burndown bikin sprint kebaca.

Story point bukan jam kerja. Burndown nunjukin sisa kerjaan, sedangkan velocity bantu tim menebak kapasitas sprint berikutnya.

  • 11–2 point: kecil, jelas, risikonya rendah.
  • 28+ point: besar/berisiko; pecah atau spike dulu.
  • 3Burndown: point baru turun saat issue masuk Done.
  • 4Velocity: rata-rata point selesai per sprint.

Sprint 12 Report

34 pts planned • velocity 26
Login Google3
E-wallet8
Order history5
Fix notif2
Burndown chart: sisa story point idealactual
34 25 17 8 D1 D3 D5 D8 D10
34planned story point
21point selesai sejauh ini
13sisa point menuju done
26velocity rata-rata tim
14 / 16 — miskonsepsi
Biar gak salah kaprah

Scrum itu bukan beberapa hal ini.

Bagian ini penting: tools dan ritual boleh ada, tapi Scrum gagal kalau cuma jadi formalitas.

×

Bukan Jira

Jira cuma papan bantu. Scrum tetap soal transparansi, inspeksi, dan adaptasi.

yang benar: proses dulu
×

Bukan daily doang

Daily tanpa planning, review, dan retro cuma jadi laporan harian.

yang benar: satu siklus
×

Bukan deadline paksa

Sprint itu batas belajar pendek, bukan alasan memaksa semua masuk scope.

yang benar: fokus realistis
×

Bukan point = jam

Story point membandingkan effort, kompleksitas, risiko, dan ketidakpastian.

yang benar: estimasi relatif
×

Bukan bos baru

Scrum Master bukan manajer yang nyuruh-nyuruh. Dia bantu menghilangkan hambatan.

yang benar: fasilitator
×

Bukan kerja asal cepat

Scrum mengejar hasil kecil yang bernilai dan kualitas yang jelas lewat DoD.

yang benar: value + kualitas
15 / 16 — latihan
Biar langsung kebayang

Coba mulai dari 1 sprint kecil.

Gak perlu nunggu tim sempurna. Pilih satu masalah nyata, pecah jadi tiket kecil, jalankan seminggu, lalu review bareng.

  • 1Pilih fitur simpel: contoh “riwayat order member”.
  • 2Tulis user story: sebagai siapa, mau apa, supaya apa.
  • 3Buat 3 AC: kondisi yang harus lolos saat dites.
  • 4Kasih point: lalu taruh di To Do dan jalankan sprint.

Worksheet 10 menit

Isi cepat, jangan overthinking.

10:00
BacklogTulis 5 kerjaan paling penting.
list
Sprint goalSatu kalimat: “minggu ini mau bikin apa?”
focus
BoardTo Do → In Progress → Review → Done.
track
Review + retroTunjukkan hasil, lalu catat 1 hal yang harus diperbaiki.
learn
Action besok:
buat 1 backlog dan pilih 3 item pertama.
16 / 16 — penutup
Jadi intinya...

Scrum itu cuma soal kerja bareng
yang lebih terstruktur.

Bukan sihir. Bukan jurus rahasia. Cuma cara biar tim gak nyasar, hasilnya keliatan, dan tiap minggu makin baik.

Yang harus diinget

"Pecah jadi kecil-kecil, kerjain sebagian dulu, cek bareng-bareng, terus ulang lagi."